7 Coffee Shop di Bali paling worth it untuk WFC
Ngopi enak, Wi-Fi kencang, colokan dekat meja. Ini daftar coffee shop di Bali untuk WFC, lengkap dengan info Wi-Fi dan colokannya.
Ada 7 coffee shop di Bali yang paling worth it untuk WFC maupun ngopi santai: Revolver Espresso (Seminyak), Expat. Roasters (Petitenget), Hungry Bird Coffee Roaster (Canggu), Seniman Coffee Studio (Ubud), Pison Ubud, Simply Brew Coffee Roasters (Sanur), dan Bhineka Djaja (Denpasar). Yang paling nyaman buat kerja seharian adalah Revolver Espresso dan Expat. Roasters di Seminyak, Hungry Bird di Canggu, serta Seniman Coffee Studio di Ubud yang punya banyak colokan. Pison Ubud lebih pas untuk sarapan atau kerja singkat, sedangkan Simply Brew dan Bhineka Djaja lebih cocok untuk ngopi santai.
Jujur aja, ke Bali tanpa cafe hopping itu rasanya kurang lengkap. Skena kopi di Bali juga bukan main-main. Banyak kafe yang roasting coffee beans-nya sendiri, pakai mesin espresso kelas profesional, dan menyajikan kopi lokal dari Kintamani sampai Sumatra.
Fun fact: Bali punya kopi arabika andalan dari dataran tinggi Kintamani yang sudah terdaftar sebagai Indikasi Geografis yang terkenal dengan rasa segar dan sedikit fruity. Nggak heran kalau banyak coffee shop di sini bangga menyajikan biji lokal, mulai dari espresso harian sampai manual brew. Jadi, ngopi di Bali bukan cuma soal tempat yang estetik, tapi juga kesempatan mencicipi kopi asli dari pulau ini.
Flash Sale Toffin

Toffin Coconut Milk Jelly 800 g

Furnotel 1.2m 3-Layer Japanese Style Refrigerated Deli Case RCD-CL120

Fabbri Delipaste Passion Fruit EU (1,5kg) / 9225719-34Z

Planetary Mixer PPM-5L

Compak Grinder R8 Retail 83 (Black)

0.9m Tabletop Cold Refrigerated Deli Case RCD-CT90
Masalahnya, pilihannya kebanyakan. Biar kamu nggak salah pilih, kami kurasi tujuh coffee shop berdasarkan lima hal:
- Konsistensi rasa, enaknya nggak cuma sekali.
- Menu signature yang beda dari tempat lain.
- Mesin dan metode seduh yang serius.
- Lokasi dan suasana yang nyaman buat kerja maupun santai.
- Wi-Fi dan colokan, karena kerja dari kafe butuh koneksi dan daya yang aman.
Daftarnya dibagi per wilayah: Canggu dan Seminyak, Ubud, serta Denpasar dan Sanur. Satu catatan penting: info jam buka dan lokasi di artikel ini terakhir diperbarui Oktober 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu, jadi cek dulu Instagram atau Google Maps-nya sebelum berangkat. Info Wi-Fi dan colokan di artikel ini kami rangkum dari ulasan pengunjung dan panduan digital nomad. Kalau kamu lebih tertarik berburu pengalaman kopi, cek juga rute cafe hopping di Bali.
Kafe Populer di Canggu dan Seminyak untuk Digital Nomad
Pesisir barat Bali adalah markasnya para digital nomad. Di sini, kopi kelas barista kompetisi dan colokan di dekat meja itu sudah jadi standar.
1. Revolver Espresso, Seminyak
Ini OG-nya specialty coffee di Bali, sudah eksis sejak 2011. Lokasinya nyempil di gang kecil, tapi begitu masuk, vibes-nya kayak bar rahasia: kayu gelap, bata ekspos, dan sofa kulit. Cocok banget buat kamu yang mau deep work dari pagi sampai malam.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Flat white, cold brew, espresso martini, tiramisu |
| Jam buka | Setiap hari, 07.00–23.00 WITA |
| Keunggulan | Roasting biji sendiri, Wi-Fi stabil, jam buka panjang |
| Lokasi | Jl. Kayu Aya Gang 51, Seminyak |
| Wi-Fi & colokan | Wi-Fi stabil; colokan belum pasti ada di setiap meja, tanya staf saat datang |
| Cocok untuk WFC? | Ya, terutama di hari kerja. Akhir pekan lebih ramai untuk brunch |
2. Expat. Roasters, Petitenget

Buat kamu yang penasaran sama kopi lokal Bali, ini tempatnya. Expat. bekerja langsung dengan petani kopi di Bali, dan pendirinya adalah barista juara kompetisi di Australia. Di tengah bar ada mesin La Marzocco custom yang jadi pusat perhatian.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Cold brew Kintamani yang diseduh 16 jam, espresso blend Bali Baby, banana bread |
| Jam buka | Setiap hari, pagi–sore (cek @expatroasters) |
| Keunggulan | Biji kopi lokal berkualitas, barista yang paham banget soal kopi |
| Lokasi | Jl. Petitenget No. 1A, Seminyak |
| Wi-Fi & colokan | Wi-Fi tersedia dan ada area khusus untuk kerja |
| Cocok untuk WFC? | Ya |
3. Hungry Bird Coffee Roaster, Canggu
Sudah berdiri sejak 2013, Hungry Bird tetap relevan di tengah ratusan kafe baru di Canggu. Timnya pernah juara ASEAN Team Barista Championship, dan latte art mereka benar-benar next level.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Filter kopi single origin, flat white dengan latte art kece |
| Jam buka | Setiap hari mulai pagi (cek Google Maps) |
| Keunggulan | Roastery di tempat, harga masih bersahabat |
| Lokasi | Jl. Raya Semat No. 86, Tibubeneng, Canggu |
| Wi-Fi & colokan | Wi-Fi kencang; colokan ada, tapi tidak di semua meja |
| Cocok untuk WFC? | Ya, datang pagi biar kebagian meja dekat colokan |
Tempat Ngopi dengan Nuansa Alam di Ubud
Kalau Canggu itu energik, Ubud itu slow living. Udaranya lebih sejuk, pemandangannya hijau, dan ritmenya pas buat recharge.
4. Seniman Coffee Studio, Ubud
Pionir specialty coffee di Ubud sejak 2010. Konsepnya coffee lab dengan interior retro khas Indonesia. Mau sekadar ngopi atau sekalian belajar? Di sini ada workshop espresso, roasting, sampai cupping.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Pour-over single origin musiman, cold brew, gado-gado ala sushi roll |
| Jam buka | Setiap hari, 07.30–22.00 WITA |
| Keunggulan | Punya micro-roastery sendiri, ada workshop seduh |
| Lokasi | Jl. Sri Wedari No. 5, Ubud |
| Wi-Fi & colokan | Banyak colokan dan ada ruang ber-AC; Wi-Fi bisa melambat saat ramai |
| Cocok untuk WFC? | Ya, salah satu yang paling nyaman di Ubud |
5. Pison Ubud

Bayangin sarapan sambil lihat petak sawah di belakang kafe. Itu yang kamu dapat di Pison. Interiornya bergaya Eropa, tapi view-nya Bali banget. Pilih kursi di teras luar biar fotonya makin aesthetic.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Signature cold brew, flat white martini, brioche French toast |
| Jam buka | Setiap hari, 07.00–23.00 WITA |
| Keunggulan | View sawah di tengah kota, house blend dari biji lokal |
| Lokasi | Jl. Hanoman No. 10X, Ubud |
| Wi-Fi & colokan | Belum ada info pasti soal colokan |
| Cocok untuk WFC? | Lebih pas untuk sarapan atau kerja singkat |
Tips: Pison sering antre saat jam sarapan. Datang sebelum pukul 08.00 biar dapat spot terbaik.
Kedai Kopi Specialty di Denpasar dan Sanur
Sisi timur Bali lebih kalem dan dekat dengan keseharian warga lokal. Cocok buat kamu yang mau ngopi tanpa keramaian turis.
6. Simply Brew Coffee Roasters, Sanur
Nggak ada dekorasi heboh atau embel-embel beach club. Simply Brew fokus ke satu hal: kopinya. Ruangannya kecil dan intim, jadi kamu bisa ngobrol santai sama roaster dan baristanya soal biji yang lagi diseduh.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Cold brew andalan, sandwich telur dan bawang karamel |
| Jam buka | Setiap hari mulai pagi (cek Google Maps) |
| Keunggulan | Biji dipanggang sendiri, suasana akrab dan tenang |
| Lokasi | Kawasan Jl. Danau Tamblingan, Sanur |
| Wi-Fi & colokan | Belum ada info pasti soal colokan; ruangannya kecil |
| Cocok untuk WFC? | Kurang ideal untuk kerja lama, pas untuk ngopi singkat |
7. Bhineka Djaja (Kopi Bali), Denpasar
Ini bukan kafe kekinian, tapi justru di situ menariknya. Bhineka Djaja adalah rumah merek Kopi Kupu-Kupu Bola Dunia, usaha keluarga yang memakai nama ini sejak 1935. Datang ke sini rasanya seperti wisata sejarah kopi Bali.
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu signature | Kopi Bali racikan rumah, biji dan bubuk kopi untuk oleh-oleh |
| Jam buka | Setiap hari, sekitar 09.00–16.00 WITA |
| Keunggulan | Vibes heritage, dekat Lapangan Puputan |
| Lokasi | Jl. Gajah Mada No. 80, Denpasar |
| Wi-Fi & colokan | Belum ada info pasti soal Wi-Fi dan colokan |
| Cocok untuk WFC? | Kurang cocok, lebih pas untuk rehat dan beli oleh-oleh kopi |
Pilih Sesuai Mood Kamu
| Coffee shop | Wilayah | Paling pas buat | Jam buka | Cocok WFC? |
|---|---|---|---|---|
| Revolver Espresso | Seminyak | Kerja dari pagi sampai malam | 07.00–23.00 | Ya |
| Expat. Roasters | Petitenget | Eksplor kopi lokal Bali | Pagi–sore | Ya |
| Hungry Bird | Canggu | Pencinta filter coffee dan latte art | Mulai pagi | Ya |
| Seniman Coffee Studio | Ubud | Kopi eksperimental dan workshop | 07.30–22.00 | Ya |
| Pison Ubud | Ubud | Brunch dengan view sawah | 07.00–23.00 | Kerja singkat |
| Simply Brew | Sanur | Ngopi tenang, fokus rasa | Mulai pagi | Kurang ideal |
| Bhineka Djaja | Denpasar | Wisata kopi heritage | 09.00–16.00 | Kurang cocok |
Pilih Berdasarkan Gaya Liburanmu
Masih bingung mau mulai dari mana? Coba cocokkan dengan gaya liburan kamu.
- Tim workation. Prioritaskan kafe dengan Wi-Fi stabil dan colokan yang cukup, seperti Expat. Roasters di Seminyak, Hungry Bird di Canggu, atau Seniman Coffee Studio di Ubud. Kamu bisa kerja dari pagi tanpa harus pindah-pindah tempat.
- Tim healing. Pilih Pison Ubud untuk sarapan santai dengan view sawah. Udara Ubud yang lebih sejuk bikin suasana ngopi terasa jauh lebih rileks dibanding pesisir.
- Tim coffee geek. Datangi Expat. Roasters, Hungry Bird, atau Simply Brew. Ketiganya memanggang biji sendiri, jadi kamu bisa ngobrol soal asal biji, proses, dan metode seduh langsung dengan baristanya.
- Tim wisata budaya. Mampir ke Bhineka Djaja di pusat Kota Denpasar, lalu lanjut jalan kaki ke Lapangan Puputan dan museum di sekitarnya. Paket lengkap: kopi, sejarah, dan suasana kota.
- Tim hemat waktu. Kalau cuma punya satu hari, pilih satu kawasan saja. Seminyak dan Canggu bisa dijelajahi dalam sehari, begitu juga pusat Ubud.
Tips Ngopi dan WFC di Bali Biar Makin Maksimal
Sudah punya daftar incaran? Biar pengalaman ngopimu makin seru dan nggak zonk, coba terapkan tips berikut.
- Datang pagi. Kafe populer seperti Pison dan Revolver biasanya mulai ramai menjelang jam sarapan. Datang lebih awal bikin kamu bisa pilih meja dekat colokan atau spot dengan view terbaik.
- Kelompokkan rute per wilayah. Jarak Canggu ke Ubud bisa makan waktu lebih dari satu jam karena macet. Lebih efisien kalau kamu jelajahi satu kawasan per hari.
- Coba menu signature, jangan cuma es kopi susu. Pesan filter coffee atau cold brew single origin biar kamu benar-benar merasakan karakter biji lokal Bali, seperti Kintamani yang terkenal dengan rasa buahnya.
- Ngobrol sama baristanya. Barista di specialty cafe biasanya senang berbagi cerita soal biji yang sedang diseduh. Siapa tahu kamu dapat rekomendasi menu tersembunyi.
- Bawa pulang biji kopi. Hampir semua kafe di daftar ini menjual biji atau bubuk kopi. Cocok buat oleh-oleh atau stok ngopi di rumah.
- Jaga etika workation. Kalau kerja berjam-jam, pesan menu secara berkala dan hindari menguasai meja besar sendirian saat kafe sedang penuh.
- Siapkan power bank. Tidak semua meja punya colokan, jadi pastikan baterai laptop dan HP penuh sebelum berangkat.
Tips Buka Coffee Shop di Bali
Habis cafe hopping, jadi kepikiran punya kafe sendiri? Wajar banget. Tapi sebelum mulai, simak dulu beberapa hal penting ini. Kalau masih menimbang lokasi, baca juga panduan memilih antara buka coffee shop di Jakarta atau Bali.
- Kenali target pasarmu. Kafe untuk turis dan digital nomad butuh menu bilingual dan Wi-Fi kencang. Kafe untuk warga lokal dan mahasiswa lebih butuh harga terjangkau dan jam buka sampai malam.
- Survei lokasi langsung. Cek keramaian di jam berbeda, akses parkir motor, dan jumlah kompetitor di sekitarnya. Baca kontrak sewa dengan teliti, terutama di kawasan wisata.
- Beresin legalitas. Urus NIB lewat OSS, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan pajak daerah. Jangan lupa jalin hubungan baik dengan banjar setempat.
- Punya menu signature. Satu atau dua menu khas bisa jadi alasan orang balik lagi. Manfaatkan biji lokal seperti Kintamani yang sudah dikenal wisatawan.
- Pilih peralatan dan partner yang tepat. Mesin espresso dan grinder adalah jantung kafe, jadi sesuaikan kapasitasnya dengan target penjualan harian. Akan lebih praktis kalau kamu punya partner yang bisa menyediakan semuanya sekaligus. Misalnya Toffin, yang punya pilihan mesin dari Officine Allegra, Nuova Simonelli, hingga Victoria Arduino, plus bahan baku seperti powder dan sirup. Dengan 28 cabang, layanan after-sales service, dan pemesanan lewat Toffin App, urusan perawatan mesin dan restock jadi lebih tenang, termasuk saat kamu mau buka cabang baru.
- Waspadai iklim tropis. Kelembapan tinggi bisa bikin biji kopi cepat turun kualitasnya. Simpan di wadah kedap udara, pasang filter air, dan rawat mesin espresso secara rutin.
- Siapkan strategi musim sepi. Wisatawan biasanya membludak saat libur pertengahan dan akhir tahun. Siapkan promo untuk musim sepi, dan rencanakan operasional saat Nyepi.
- Aktif di media sosial. Banyak turis menemukan kafe lewat Instagram, TikTok, dan ulasan Google Maps. Konten yang menarik dan respons cepat ke ulasan itu wajib.
Coffee Shop di Bali untuk WFC dan Ngopi Santai
Bali punya pilihan coffee shop untuk setiap mood. Mau kerja produktif dengan Wi-Fi kencang dan colokan dekat meja, brunch dengan view sawah, atau wisata kopi heritage, semuanya ada. Simpan daftar ini, ajak teman, dan mulai cafe hopping di kunjunganmu berikutnya. Siapa tahu, dari sekadar ngopi, kamu malah terinspirasi buka coffee shop sendiri. Lagi ada rencana ke ibu kota juga? Cek rekomendasi coffee shop di Jakarta untuk daftar ngopi berikutnya.
FAQ Seputar Coffee Shop di Bali untuk WFC
Seniman Coffee Studio di Ubud yang punya banyak colokan dan ruang ber-AC, Expat. Roasters di Seminyak yang punya area khusus untuk kerja, serta Revolver Espresso yang buka 07.00–23.00 WITA dengan Wi-Fi stabil.
Pison Ubud di Jl. Hanoman punya petak sawah tepat di belakang kafe.
Cold brew Kintamani di Expat. Roasters, filter kopi single origin di Hungry Bird, dan pour-over musiman di Seniman.
Ada, Bhineka Djaja di Jl. Gajah Mada No. 80, rumah merek Kopi Kupu-Kupu Bola Dunia.
Target pasar yang jelas, lokasi strategis, legalitas lengkap, menu signature, serta mesin kopi dan partner yang bisa diandalkan.
Pagi hari di hari kerja, sekitar pukul 07.00–09.00, saat kafe belum ramai sehingga lebih mudah dapat meja dekat colokan.
Seniman Coffee Studio punya banyak colokan, dan Hungry Bird juga menyediakan colokan meski tidak di semua meja. Untuk kafe lain di daftar ini, sebaiknya tanya staf saat datang atau bawa power bank.
Umumnya tidak perlu, karena sebagian besar coffee shop di daftar ini menerima tamu walk-in. Namun, untuk rombongan besar atau saat musim liburan, lebih aman datang lebih pagi atau menghubungi kafe lewat Instagram terlebih dahulu.






